PENTAS.TV - BANDUNG, Ada beberapa aspek yang bisa berperan sebagai penunjang pergerakan ekonomi. Yakni, penyakuranl kredit atau pembiayaan perbankan.
Seperti apa perkembangannya?
Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepada media, Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mengklaim, secara umum, penyaluran kredit perbankan hingga Mei 2026 bertambah 11,51 persen lebih banyak daripada Mei 2025, yak i menjadi Rp8.918 triliun.
Rinciannya, lanjut Dian Ediana Rae, penyaluran kredit investasi bertambah 21,95 persen secara tahunan.
Lalu, kata dia, kredit modal kerja, yang pada bulan kelima 2016, bergeliat 8,09 persen secara tahunan.
"Selanjutnya, kredit konsumsi bertambah 5,89 persen apabila perbandingannya dengan realisasi Mei 2025," tandas Dian Ediana Rae.
Penerima kredit paling banyak, ungkap mantan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Jabar ini, yak i debitur kredit korporasi. Pertambahannya, sahut pria berkaca mata ini, yaitu 18,29 persen secara tahunan.
Mengenai kredit sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM), Dian Ediana Rae menyatakan, pada Mei 2026, penyalurannya pun menunjukkan pergerakan positif, yaitu bertambah 0,60 persen secara tahunan, lebih baik daripada bulan sebelumnya, yang menggeliat 0,16 persen
"Perbankan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menjadi yang paling masif perkembangan penyaluran pembiayaannya, yakni 15,98 persen secara tahunan," papar Dian Ediana Rae.
Masifnya penyaluran kredit perbankan tersebut, tuturnya, diimbangi perkembangan positif rasio Non-Performing Loan (NPL).
Pada Mei 2026, imbuhnya, posisi rasio NPL Gross dan NPL Net, posisinya masing-masing yaitu 2,17;persen serta 0,84 persen
Kepercayaan publik pada sektor perbankan pun positif. Indikatornya, jelas dia, yakni, bertambahnya nilai penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Secara total, sebut Dian Ediana Rae, pada Mei 2026, perbankan membukukan DPK bernilai Rp10.294 triliun, lebih banyak 13,49 persen daripada Mei 2025.
Current Account-Saving Account (CASA), yang meliputi giro dan tabungan, beber Dian Ediana Rae, secara tahunan, masing-masing bertambah 20,53 persen serta 10,21 persen.
"Sedangkan dana mahal, yaitu deposito, bertambah 10,17 persen secara tahunan," kata Dian Ediana Rae. (*)
