LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS
Bisnis

Stok Beras Nasional Berlimpah Ruah, Hasil Pengadaan pun Masif, Bos Bulog Bilang Begini

📖 2 menit bacaErwin🕒 Kamis, 7 Mei 2026 pukul 12.59
Stok Beras Nasional Berlimpah Ruah, Hasil Pengadaan pun Masif, Bos Bulog Bilang Begini

1 | Source: WordPress Import

[caption id="attachment_11108" align="alignnone" width="300"] Tumpukan beras nasional yang tersimpan pada sebuah gudang Bulog. (Instagram)[/caption]

PENTAS.TV - BANDUNG, Bukti bahwa korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), sangat serius mewujudkan cita-cita pemerintah, yakni swasembada pangan, memang nyata.

Faktanya, saat ini, stok dan ketersediaan beras nasional atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sangat berlimpah.

Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengungkapkan, saat ini, volume stok beras nasional sekitar 5,23 juta ton.

Purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini mengklaim bahwa berlimpah ruahnya stok CBP tersebut berkat hasil penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani yang juga masif.

"Berdasarkan penugasan pemerintah, tahun ini, target penyerapan sebanyak 4 juta ton. Hingga 6 Mei 2026, realisasinya (penyerapan) yaitu sekitar 2,4 juta ton setara beras," tandas Ahmad Rizal Ramdhani.

Agar pengelolaan dan pendistribusian CBP optimal, Ahmad Rizal Ramdhani mengemukakan, pihaknya mengaktifkan seluruh jaringan pergudangan yang lokasinya di seluruh wilayah tanah air.

Secara keseluruhan, bebernya, saat ini, pihaknya memiliki 1.555 unit gudang berkapasitas 3,7 juta ton .

Penyimpanan dan pengelolaan sisanya, ungkap dia, pihaknya memanfaatkan gudang-gudang eksternal melalui sistem sewa, yang kapasitasnya hampir mencapai 2 juta ton.

Berkenaan dengan pergudangan, Ahmad Rizal Ramdhani kembali mengatakan, bahwa pemerintah menyiapkan anggaran bernilai triliunan rupiah untuk membangun 100 unit gudang baru.

Lokasi prioritasnya, tutur dia, yakni beberapa wilayah berkatagori Terdepan. Misalnya, sambung Ahmad Rizal Ramdhani, Nias, Natuna, dan Morotai. (win/*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.