PENTAS.TV , BANDUNG - Pada era perkembangan teknologi, plus bergulirnya agenda global bernuansa kelestarian lingkungan, Net Zero Emission (NZE) berbagai sektor bertransformasi.
Proses transformasi tersebut tidak hanya pengembangan teknologi, tetapi juga peralihan pemanfaatan sumber energi yang lebih go green, Newable Renewable Energy alias Energi Baru-Terbarukan (EBT), di antaranya listrik.
Berkenaan dengan transformasi teknologi dan pemanfaatan go green & clean energy, mobilitas berbasis listrik menjadi opsi.
Tentunya, sebagai industri berbasis teknologi, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga berperan sebagai holding company industri pertahanan nasional, PT Len Industri (Persero) berkepentingan untuk turut pro-aktif menyempurnakan sistem mobilitas listrik.
"Mobilitas listrik bukan hanya kendaraan listrik, melainkan juga aspek-aspek lainnya, seperti teknologi, baterai, infrastruktur pendukung, pelayanan, dan lainnya, termasuk data," tandas Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero).
Joga Dharma Setiawan, berpendapat, pengembangan mobilitas listrik butuh sebuah pendekatan yang terintegrasi dan sistematis.
Yakni, kata dia, menjadikan kendaraan listrik sebagai bagian sistem energi dan teknologi secara lebih luas.
“Produksi dan pengembangan baterai, manajemen daya, sistem proteksi, infrastruktur pengisian, dan pengelolaan data tidak bisa secara parsial. Butuh persyaratan dan antarmuka teknis yang jelas dan terintegrasi," papar Joga Dharma Setiawan.
Dia menjelaskan, integrasi bukan berarti penyeragaman teknologi, melainkan penyesuaian dan pengelolaan teknologi secara berkelanjutan.
Itu karena, jelasnya, setiap produk mobilitas listrik, termasuk infrastruktur dan aspek-aspek pendukung lainnya, sangat mungkin, punya karakteristik beragam.
Karena itu, Jiga Dharma Setiawan menegaskan, pihaknya yang berkecimpung dalam bidang teknologi, berkepentingan untuk turut berperan, tidak hanya menopang, tetapi juga berupaya menyempurnakan mobilitas listrik di tanah air
Caranya, ungkap dia, mengklaim, pihaknya fokus pada penyelarasan antarmuka dan kebergantungan pada antar-sistem, pengelolaan informasi teknis, dan rekayasa teknologi berbasis data dan verifikasi.
"Acuannya, yakni standardisasi regulasi, termasuk data setiap masing-masing produk dan sistem," tuturnya
Pada sisi lain, Jiga Dharma Setiawan menyatakan, adanya rekayasa teknologi tersebut tidak menempatkan jajarannya sebagai pemilik produk, produsen kendaraan, penetap standar, dan penjamin kinerja komersial.
"Yang pasti, kami berkomitmen untuk berupaya memperkuat dan menyempurnakan kompetensi integrasi melalui penyelarasan antar-muka, pemetaan ketergantungan sistem, pengelolaan kesenjangan teknis, serta pembuktian bertahap berdasarkan data dan verifikasi," tutupnya. (*)
