PENTAS.TV - Seiring dengan bergulirnya agenda global tentang kelestarian lingkungan, Net Zero Emission (NZE), yang targetnya dicanangkan pemerintah terealisasi pada 2060, banyak pelaku industri, yang pro-aktif membentuk ekosistem kendaraan elektrifikasi.
Satu di antaranya adalah holding company industri pertahanan nasional, DEFEND.ID, PT Len Industri (Persero).
Terbukti, demi terbentuknya ekosistem kendaraan elektrifikasi secara lebih terakselerasi sehingga NZE 2060 tercapai, PT Len Industri (Persero) terus berinovasi. Di antaranya, berupa penerapan rekayasa sistem dan integrasi teknologi.
"Misi utama rekayasa sistem dan integrasi teknologi itu sebagai daya dukung terbentuknya ekosistem kendaraan elektrifikasi secara lebih terakselerasi dan berkelanjutan," tandas Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero).
Fokus rekayasa sistem dan teknologi tersebut, jelasnya, pada pengintegrasian baterai, daya energi listrik kendaraan, infrastuktur pendukung, sistem pelayanan, dan database.
Dia menilai pola yang terintegrasi termasuk faktor penentu kualitas sebuah produk kendaraan elektrifikasi.
"Jadi, kualitas (kendaraan elektrifikasi) bukan hanya pada kualitas komponen, tetapi juga performa seluruh sub-syatem yang terintegrasi," lanjut Joga Dharma Setiawan.
Dia melanjutkan, agar ekosistem kendaraan elektrifikasi benar-benar terbentuk, rekayasa dan sistem teknologi terintegrasi itu pun perlu ditunjang standardisasi dan interoperabilitas.
Hal itu, terangnya, berkaitan dengan aspek keselamatan, kompatibilitas teknologi, efisiensi produksi, after sales service alias pemeliharaan, termasukn penyempurnaan supply chain
Jadi, tegas dia, butuh kolaborasi dan sinergi apik serta solid seluruh elemen masyarakat, tidak hanya industri dan pemerintan, tetapi juga akademisi, lembaga standardisasi, lembaga riset, dan lainnya, sesuai kompetensinya masing-masing.
Aspek lain yang tidak kalah pentingnya yaitu karakter dan pengalaman pengendara atau pengguna kendaraan elektrifikasi.
Dalam hal ini, imbuh dia, sistem operasional dan after sales service, pasokan spare part, garansi, dan sebagainya, termasuk infrastruktur pengisian daya pun merupakan aspek yang tidak boleh terkesanpingkan. (*)
