PENTAS.TV - Masih terjadinya berbagai dinamika global, seperti konflik geopolitik di Timur Tengah, dampaknya tetap terasa hingga kini.
Satu indikatornya adalah pergerakan kurs mata uang rupiah yang belum stabil.
Setelah sempat bangkit, pagi ini, rupiah kembali mengalami pergerakan yang lemah.
Pada pembukaan transaksi antar-bank 22 Juli 2026 pagi, rupiah merosot 42 poin. Posisinya menjadi Rp17.930 per dolar Amerika Selatan (AS).
Padahal, pada sesi penutupan perdagangan kemarin petang, rupiah sempat menggeliat. Kala itu, posisinya Rp17.888 per dolar AS. (*)
Disclaimer
Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.
Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.