BANDUNG, PENTAS.TV - Bursa transfer Super League kembali memanas. Persib Bandung dikabarkan berada di posisi terdepan untuk mengamankan tanda tangan mantan bintang Borneo FC, Mariano Peralta, yang sebelumnya juga santer dikaitkan dengan Persija Jakarta.
Rumor tersebut semakin menguat setelah jurnalis Italia, Lorenzo Lepore, mengungkapkan bahwa Peralta telah mencapai kesepakatan lisan dengan Persib. Jika tidak ada kendala, pemain asal Argentina itu disebut akan menandatangani kontrak dalam beberapa hari ke depan.
"Mariano Peralta semakin dekat dengan Persib Bandung setelah kesepakatan lisan yang dicapai minggu lalu. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ia akan menandatangani kontraknya dalam beberapa hari mendatang," tulis Lepore melalui akun X miliknya, seperti dikutip dari viva.com.
Kabar itu tentu menjadi angin segar bagi Bobotoh. Apalagi Peralta tampil impresif musim lalu hingga menyandang status sebagai salah satu pemain terbaik Super League. Namun, di balik euforia tersebut, muncul persoalan yang tak bisa dianggap sepele.
Persib Terancam Tersandung Regulasi
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan atau Bung Ropan mengingatkan, kedatangan Peralta justru berpotensi menjadi dilema bagi Persib. Penyebabnya bukan soal kualitas pemain, melainkan aturan kuota pemain asing.
Jika transfer Peralta benar-benar terealisasi, Persib diperkirakan akan memiliki 12 pemain asing. Jumlah itu melebihi batas maksimal 11 pemain asing yang diperbolehkan dalam regulasi Super League.
Saat ini Persib sudah diperkuat Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Gakuto Notsuda, Balsa Sekulic, Berguinho, Julio Cesar, Frans Putros, Patricio Matricardi, Uilliam Barros, Ramon Tanque, dan Luciano Guaycochea.
Artinya, masuknya Peralta memaksa manajemen mengambil keputusan yang tidak mudah.
"Kalau melihat dari kuota, tanpa Peralta saja sudah ada 11 pemain asing di Persib. Kalau Peralta masuk, maka satu pemain harus dibuang," tegas Bung Ropan.
Meski demikian, ia menilai masih ada peluang bagi Persib untuk mencari jalan keluar apabila operator liga kembali menerapkan skema seperti musim lalu, yakni dengan memanfaatkan salah satu pemain asing hanya untuk kompetisi Asia.
"Kecuali ada kebijakan seperti musim lalu. Ada satu pemain yang tetap dipakai untuk level Asia. Tapi untuk Liga Super tetap harus mengikuti regulasi 11 pemain asing," pungkasnya.
Kini, perhatian publik bukan lagi sekadar menunggu pengumuman resmi Mariano Peralta. Yang tak kalah menarik adalah siapa pemain asing yang akan dikorbankan apabila Persib benar-benar meresmikan transfer sang gelandang asal Argentina tersebut. ***
