BANDUNG, PENTAS.TV ā Status sebagai penguasa sepak bola Indonesia rupanya belum menjamin Persib Bandung memiliki fasilitas latihan yang layak. Baru beberapa hari memimpin latihan pramusim, pelatih kepala Igor Tolic langsung menyoroti kualitas lapangan yang dinilainya jauh dari ideal.
Ironi ini mencuat di tengah status Persib sebagai juara Liga 1 dan Super League selama tiga musim berturut-turut. Prestasi tersebut diraih pada era kepelatihan Bojan Hodak, yang kemudian memilih mundur setelah mempersembahkan gelar ketiga.
Manajemen lalu menunjuk mantan asistennya, Igor Tolic, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Namun, latihan perdana era Tolic di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api justru memunculkan persoalan mendasar.
Kondisi rumput menjadi sorotan setelah sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan banyak bagian lapangan menguning. Tolic mengakui kondisi tersebut membuat program latihan tidak berjalan maksimal. Menurutnya, tim tetap berusaha menerapkan permainan yang diinginkan, tetapi kualitas lapangan membuat intensitas latihan menjadi lebih berat.
"Kami belajar sesuatu setiap hari, kami mencoba melakukan segalanya lewat permainan. Kemudian kami hanya perlu mengaturnya karena lapangan ini tidak ideal, jadi segalanya menjadi sedikit lebih berat dari biasanya," kata Tolic seperti dikutip dari bolasport.
Ia tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang terus berupaya memberikan kemampuan terbaik meski harus berlatih di lapangan yang kurang mendukung.
"Para pemain bekerja keras dan mencoba memberikan yang terbaik. Tetapi ini sulit dilakukan di lapangan seperti ini," tegasnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar. Di satu sisi, Persib mampu bergerak agresif di bursa transfer dengan mendatangkan nama-nama besar seperti Luka Menalo, Balsa Sekulic, Gabriel Mutombo, Gakuto Notsuda, serta dua pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen. Namun di sisi lain, persoalan fasilitas dasar seperti lapangan latihan justru masih menjadi keluhan pelatih.
Hal itu menjadi pekerjaan rumah serius bagi manajemen. Ambisi bersaing di level domestik maupun Asia semestinya ditopang fasilitas latihan yang memadai agar kualitas permainan dapat berkembang secara maksimal.
Persoalan Persib pun belum berhenti di sana. Hingga berita ini ditulis, nama Persib masih tercantum dalam daftar FIFA Registration Bans, yang berarti klub masih berstatus terkena larangan mendaftarkan pemain baru. Situasi ini menjadi ironi lain yang membayangi klub, di tengah ambisi besar mempertahankan dominasi di kompetisi nasional dan bersaing di pentas internasional.***
