BANDUNG, PENTAS.TV ā Persib Bandung belum bicara soal taktik rumit atau target juara. Fokus utama pelatih Igor Tolic justru membangun fondasi yang kerap menjadi pembeda di tengah padatnya kompetisi, kebugaran dan disiplin pemain.
Setelah beberapa hari menjalani program pramusim, Tolic melihat perkembangan yang mulai terlihat. Namun, pelatih asal Kroasia itu menegaskan peningkatan fisik bukan alasan untuk berpuas diri. Baginya, setiap sesi latihan harus menjadi proses belajar yang terus berkembang.
"Setiap hari kami belajar hal baru. Kami melakukannya dengan gim sehingga semua orang tahu apa yang harus dilakukannya. Cara ini sudah dimulai sejak latihan perdana. Jadi untuk saat ini, saya hanya berusaha menjaga semuanya. Semua orang juga berusaha bekerja sebaik mungkin, meskipun ini bukan hal yang mudah dilakukan," ujar Tolic usai memimpin latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api, seperti dikutif dari laman resmi Persib.
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Tolic tidak ingin para pemain hanya mengandalkan kualitas individu. Ia mulai menanamkan pola latihan yang menuntut kecerdasan bermain, pemahaman taktik, dan kerja kolektif sejak hari pertama pramusim.
Menariknya, di tengah tuntutan latihan yang semakin meningkat, Tolic justru memilih pendekatan yang lebih manusiawi. Ia sadar, menjaga kondisi pemain tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga lewat pengaturan waktu istirahat dan adaptasi terhadap cuaca.
"Cuaca sedang sangat panas. Jadi, saya hanya ingin memberi semua orang waktu yang cukup untuk tidur. Jika cuaca menjadi lebih panas, mungkin saja kami berlatih lebih pagi," katanya.
Keputusan itu menunjukkan Tolic tak ingin memaksakan intensitas latihan yang justru berisiko menurunkan performa pemain. Dengan musim 2026/2027 yang diprediksi padat karena Persib akan tampil di sejumlah kompetisi, setiap detail persiapan menjadi sangat krusial.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah peningkatan kebugaran yang mulai terlihat di masa pramusim benar-benar mampu menjelma menjadi performa konsisten saat Maung Bandung memasuki medan persaingan yang sesungguhnya.***
