PENTAS.TV — Pasar skuter matik kembali menarik perhatian dengan kehadiran Honda Dunk 2026, skuter mungil berkapasitas 50 cc yang dipasarkan Honda di Jepang. Meski memiliki mesin kecil, motor ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Honda Dunk dibekali mesin 1 silinder berpendingin cairan berkapasitas 49 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimal sekitar 4,5 daya kuda dan torsi maksimum 4,1 Nm. Berdasarkan spesifikasi Honda, Dunk menggunakan sistem injeksi PGM-FI dan transmisi otomatis V-Matic.
Ukuran bodinya juga tergolong kompak. Honda Dunk memiliki panjang 1.675 mm, lebar 700 mm, tinggi 1.040 mm, serta tinggi jok 730 mm. Bobot kendaraan tercatat sekitar 81 kilogram, sehingga karakter motor ini memang diarahkan sebagai skuter perkotaan yang praktis dan mudah dikendalikan.
Salah satu hal yang membuat Honda Dunk menarik perhatian adalah klaim konsumsi bahan bakarnya.
Honda mencatat angka 75,3 km per liter berdasarkan pengujian konsumsi bahan bakar pada kondisi tertentu. Sementara pengujian dengan metode WMTC menghasilkan angka 58,4 km/liter. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka konsumsi BBM dapat berubah tergantung metode pengujian dan kondisi penggunaan.
Honda Dunk memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 4,5 liter. Jika menggunakan angka 75,3 km/liter sebagai acuan pengujian, secara teoritis jarak tempuhnya dapat mencapai sekitar 338 kilometer dalam kondisi tangki penuh.
Namun, angka tersebut bukan jaminan jarak tempuh penggunaan sehari-hari karena konsumsi BBM dapat dipengaruhi kondisi jalan, kemacetan, gaya berkendara, cuaca, beban kendaraan, serta kondisi motor.
Meskipun hanya menggunakan mesin 50 cc, Honda Dunk dibekali sejumlah fitur untuk menunjang kebutuhan mobilitas perkotaan.
Salah satunya adalah Idling Stop System yang secara otomatis dapat menghentikan mesin ketika kendaraan berhenti dalam kondisi tertentu. Sistem ini dirancang untuk membantu mengurangi konsumsi bahan bakar saat berhenti, sekaligus menekan emisi dan kebisingan.
Honda Dunk juga memiliki soket aksesori untuk pengisian perangkat, ruang penyimpanan, lampu utama yang menyatu dengan desain bodi, serta sistem pengereman kombinasi.
Desainnya sendiri mengusung tampilan sederhana dengan karakter modern. Honda menyebut desain Dunk memiliki gaya yang sederhana sekaligus memberikan kesan berkualitas.
Di Jepang, Honda Dunk tercantum dengan harga 229.900 yen, termasuk pajak konsumsi Jepang. Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya berada di kisaran Rp25 jutaan, tergantung nilai tukar yang digunakan.
Harga tersebut merupakan harga yang berlaku di Jepang dan belum dapat dijadikan patokan sebagai harga jual apabila motor ini nantinya dipasarkan di negara lain.
Bagi konsumen Indonesia yang tertarik dengan skutik mungil ini, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Honda Dunk belum dipasarkan secara resmi oleh Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia.
Dengan demikian, harga sekitar Rp25 jutaan tersebut merupakan konversi dari harga Jepang, bukan harga resmi Honda Dunk di pasar Indonesia.
Kehadiran Honda Dunk tetap menarik untuk diperhatikan karena menawarkan kombinasi mesin 50 cc, desain kompak, fitur praktis dan efisiensi bahan bakar. Dengan konsumsi bahan bakar yang diklaim mencapai 75,3 km/liter pada metode pengujian tertentu, skutik ini menjadi salah satu model menarik di kelas motor mungil Jepang.(GIH/*)
