PENTAS.TV - BANDUNG, Bagi korporasi public service sektor transportasi, keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan setiap perjalanan merupakan aspek yang sangat krusial.
Karenanya, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik, PT Kereta Api (KAI) (Persero) senantiasa memiliki berbagai kiat dan jurus andalan.
Berkenaan dengan hal itu, agar setiap perjalanan kereta tetap aman, lancar, nyaman, dan kondusif, secara rutin PT KAI (Persero) memperbaiki, memelihara, dan menyempurnakan sistem geometri di seluruh wilayah kerjanya, termasuk Wilayah 2 Bandung.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengemukakan, di wilayah kerjanya, proses perbaikan, pemeliharaan, dan penyempurnaan sistem geometri tersebut berlangsung pada banyak perlintasan sebidang.
"Selama tahun ini, ada 47 titik geometri perlintasan sebidang yang menjadi lokasi perbaikan, pemeliharaan, dan penyempurnaan," Kus, sapaan akrabnya.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon ini meneruskan, sebanyak 27 titik di antaranya, menuntaskan proses perbaikan, pemeliharaan, dan penyempurnaan pada awal Juli 2026.
Kus mengakui bahwa saat ini, masih ada proses perbaikan , pemeliharaan , dan penyempurnaan sistem geometri di Kota Bandung. Lokasinya, sebut dia, yaitu petak jalan Stasiun Bandung-Kiaracondong, tepatnya Jalur Perlintasan (JPL) 163 B perlintasan sebidang Jalan Sumatera Kota Bandung.
Pada titik itu, ungkapnya, pihaknya mencanangkan proses pengerjaannya berlangsung 1-7 Juli 2026. Agar segala sesuatunya lancar, tambah dia, proses pengerjaannya menyesuaikan berbagai situasi dan kondisi, termasuk cuaca.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu menjelaskan, perbaikan, pemeliharaan, dan penyempurnaan sistem geometri adalah hal krusial.
Ini, kata dia, berkaitan dengan teknis perkeretaan, yakni kondisi rel tetap prima dan sesuai standar keselamatan.
"Tujuannya susah jelas, demi keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan setiap perjalanan," ujarnya.
Tidak hanya soal perjalanan kereta, tambah dia, perbaikan, pemeliharaan, dan penyempurnaan sistem geometri pun demi keselamatan serta keamanan seluruh pengguna jalan ketika melalui perlintasan sebidang. (*)
