PENTAS.TV - Banyak contoh dan peristiwa yang menunjukkan masih rendahnya kedisplinan dan mentalitas mayoritas pengguna jalan di negeri ini.
Bukti terkini, Andika, petugas Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 227 Leuwigoong Kabupaten Garut, dugaannya, menjadi korban pengeroyokan beberapa pelaku saat bertugas.
Informasinya, pada 12 Juni 1026 siang, saat palang pintu perlintasan sebidang yang berlokasi di Kilo Meter (KM) 210+8 petak jalan Karangsari-Cibatu, Kabupaten Garut, Andika menegur seorang pengendara sepeda motor yang menerobos.
Tentunya, teguran itu sebagai upaya Andika demi keamanan dan keselamatan perjalanan kereta, termasuk para pengguna jalan.
Namun, sikap arogan ditunjukkan terduga pengendara sepeda motor itu. Beberapa saat kemudian, dugaannya, pengendara sepeda motor itu kembali mendatangi Gardu JPL 227 Leuwigoong bersama beberapa temannya.
Kuat dugaan, bersama beberapa temannya, pengendara sepeda motor itu menganiaya Andika. Akibatnya, Andika mengalami luka lebam pada wajahnya.
Kasus itu langsung memperoleh perhatian Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar. Secara mengejutkan, KDM (Kang Dedi Mulyadi), julukan akrab orang nomor satu di Tatar Parahyangan itu menemui petugas PT KAI (Persero) yang dugaannya menjadi korban pengeroyokan tersebut.
"Kami menghaturkan terima kasih dan sangat mengapresiasi perhatian Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jabar atas insiden yang dialami Andika, yang ketika bertugas, dugaannya, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan," tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI).(Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Kus, sapaan akrabnya, meneruskan ,pihaknya pun senantiasa berkomitmen kuat mendukung segala program Pemprov Jabar, khususnya, yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan operasi serta perjalanan kereta.
Kehadiran mantan Bupati Purwakarta tersebut untuk menemui Andika, lanjut pria yang pernah bertugas sebagai Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut, menunjukkan kepedulian jajaran Pemprov Jabar atas warganya, termasuk para petugas korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik tersebut.
.Pada sisi lain, Kus menegaskan, pihaknya pun merespon gerak cepat Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Kepolisian Sektor (Polsek) Leuwigoong dalam pengungkapan dan penangkapan terdug kasus penganiayaan di JPL 227 Leuwigoong itu
"Permasalahan insiden tersebut, kami serahkan kepada jajaran kepolisian agar penuntasannya melalui proses hukum yang berlaku," ujar mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu. (*)
