PENTAS.TV - BANDUNG, Di antara berbagai sektor ekonomi, Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) merupakan elemen dan punya peran penting.
Saking pentingnya, pemerintah, melalui lembaga-lembaga dan institusi-institusinya, terus menyusun dan mengimplementasikan berbagai strategi agar UMKM lebih menggeliat dan berdaya saing.
Sebagai instrumen pening pemerintah, khususnya Sektor Jasa Keuangan (SJK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, ada aspek krusial bagi UMKM yang perannya sebagai motor penggerak.
"Penyaluran kredit atau pembiayaan dan KUR (Kredit Usaha Rakyat) merupakan motor penggerak UMKM, khususnya di Jabar," tandas Darwisman, Kepala OJk Regional Jabar, dalam keterangannya.
Darwisman mengungkapkan, pada triwulan pertama 2026, total nilai penyaluran kredit UMKM di Tataran Parahyangan bernominal Rp186,4 triliun, yang mencakup sekitar 3,45 juta number of account debitur.
Sektor perdagangan skala besar dan ritel, ujarnya, merupakan debitur termasuk. Presentasenya, ucap dia, yakni 48,52 persen total penyaluran pembiayaan UMKM.
Lalu, lanjutnya, sektor industri pengolahan, gang persentasenya 15,25 persen total penyaluran kredit UMKM.
Pembiayaan beberapa sektor lainnya, menunjukkan perkembangan positif. Antara lain, sebutnya, properti, khususnya real estat, bergeliat 24,4 persen secara tahunan. "Rasio NPL (Non-Performing Loan) sektor real etstat yakni 3,17 persen," tuturnya
Nominal pembiayaan pada sektor agro dan peternakan, yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan, nilainya Rp15,33 triliun.
Soal KUR, Darwisman mengklaim, sebanyak 143.406 pelaku usaha tercatat sebagai debitur. Outstanding penyaluran KUR pada tiga bulan awal 2026, sebut dia, yakni Rp8,87 triliun.
Cakupannya, tambah Darwisman , yakni penyaluran KUR Mikro bernilai Rp5,28 triliun meliputi 125.774 rekening.
"Kemudian, penyaluran bernilai Rp2,06 triliun adalah KUR Kecil. Jumlah rekeningnya 8.157 number of account. Sisanya, tersalurkan pada jenis atau katagori KUR lainnya," papar dia (*)
