LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Bahaya di Balik Transfer Mewah Persib, FIFA Belum Cabut Sanksi, Ragnar dan Sandy Walsh Terancam Mandek

📖 3 menit bacaMpud BS🕒 Minggu, 5 Juli 2026 pukul 05.33
Bahaya di Balik Transfer Mewah Persib, FIFA Belum Cabut Sanksi, Ragnar dan Sandy Walsh Terancam Mandek

Daisuke Sato pemain yang pernah membela Persib

PENTAS.TV - Euforia kedatangan dua bintang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh, belum benar-benar membawa angin segar bagi Persib Bandung. 

Di balik gegap gempita bursa transfer, justru muncul ancaman serius yang bisa menggagalkan keduanya menjalani debut bersama Maung Bandung.

Penyebabnya, sanksi FIFA berupa Registration Ban hingga kini belum juga dicabut. Jika persoalan ini tak segera diselesaikan, Persib terancam gagal mendaftarkan seluruh pemain anyarnya, termasuk Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh, sehingga mereka tidak bisa diturunkan saat kompetisi resmi dimulai.

Padahal, Persib telah agresif membangun kekuatan baru dengan merekrut Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Gakuto Notsuda, Sandy Walsh, dan Ragnar Oratmangoen untuk menghadapi musim 2026/2027. 

Tim besutan Igor Tolic itu bahkan dipersiapkan tampil di empat ajang sekaligus, yakni Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Liga Indonesia.

Namun ambisi besar tersebut kini dibayangi masalah administratif yang belum juga tuntas.

Berdasarkan daftar resmi FIFA hingga Sabtu (4/7/2026) pukul 19.00 WIB, nama Persib masih tercantum dalam status FIFA Registration Ban. 

Sanksi yang berlaku sejak 29 Mei 2026 itu membuat Persib belum dapat mendaftarkan pemain baru ke sistem registrasi FIFA.

Sanksi tersebut merupakan buntut sengketa kontrak dengan mantan bek Persib, Daisuke Sato. Setelah melalui proses hukum hingga Court of Arbitration for Sport (CAS), Persib diwajibkan membayar kompensasi sekitar Rp2,7 miliar. 

Karena kewajiban itu belum diselesaikan, FIFA menjatuhkan status "until lifted", yang berarti larangan tetap berlaku hingga seluruh kewajiban dipenuhi.

Konsekuensinya cukup serius. Selama status itu belum dicabut, seluruh pemain baru yang sudah dikontrak Persib masih berpotensi belum bisa didaftarkan untuk tampil di kompetisi resmi.

Meski demikian, manajemen Persib menegaskan situasi tersebut belum mengganggu persiapan tim.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa larangan FIFA hanya berkaitan dengan proses registrasi pemain, bukan perekrutan maupun penandatanganan kontrak.

"Yang perlu dipahami, dengan adanya transfer ban tersebut, yang masih belum bisa dilakukan adalah mendaftarkan pemain ke dalam sistem. Namun, ban itu tidak menghalangi kami untuk melakukan negosiasi atau menandatangani kontrak dengan pemain," ujar Adhitia.

Ia menjelaskan, jendela registrasi pemain untuk musim 2026/2027 baru akan dibuka pada pertengahan Juli sehingga manajemen masih memiliki waktu menyelesaikan kewajibannya kepada Daisuke Sato.

Menurut Adhitia, sistem FIFA bekerja secara real-time. Begitu seluruh kewajiban administrasi dipenuhi dan diproses, akses registrasi pemain akan langsung dibuka tanpa harus menunggu waktu tertentu.

Meski demikian, hingga awal Juli 2026 nama Persib masih tercatat dalam daftar klub yang terkena FIFA Registration Ban. 

Artinya, ancaman terhadap status Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, dan pemain anyar lainnya belum benar-benar berakhir sebelum persoalan dengan Daisuke Sato diselesaikan sepenuhnya.

Adhitia pun meminta Bobotoh tidak panik dan memastikan seluruh persiapan tim menuju musim baru tetap berjalan sesuai rencana.

"Yang ingin kami yakinkan kepada Bobotoh adalah tidak perlu cemas. Kami sudah bekerja dan apa pun yang kami siapkan untuk musim depan tidak akan terganggu oleh transfer ban tersebut. Itu kami jamin," tegasnya.***

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.