Pentas.TV,-– Forum Warga menggelar kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Terpadu Skala Kecil Berbasis Warga di Sekretariat GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia), Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dengan empat materi yang berfokus pada pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat.
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai metode pengolahan sampah skala kecil yang dapat diterapkan di lingkungan warga. Melalui penyampaian materi dari para narasumber, peserta memperoleh informasi mengenai sejumlah teknologi dan pendekatan dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Materi pertama disampaikan oleh Ramlan Samsuri mengenai Mikroba PA 63. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pemanfaatan mikroba sebagai salah satu alternatif dalam pengolahan sampah organik.
Selanjutnya, AA NGR Panji A menyampaikan materi tentang Food Waste Digester, yaitu sistem pengolahan limbah sisa makanan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi volume sampah organik di lingkungan masyarakat.
Materi ketiga disampaikan oleh Sulhan Syafii yang membahas incinerator pembakaran sampah ramah lingkungan. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai teknologi pembakaran sampah yang dirancang dengan memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, materi keempat disampaikan oleh Yan Rizal mengenai GEMA PS yang membahas persoalan tanah dan pertanahan sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Forum Warga berharap masyarakat dapat menambah wawasan mengenai berbagai pilihan pengolahan sampah terpadu skala kecil. Sosialisasi ini juga menjadi ruang berbagi informasi antara narasumber dan peserta dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih melalui pengelolaan sampah berbasis warga.
Kegiatan berlangsung di Sekretariat GMBI dengan diikuti peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan masing-masing.(Aan/*)
