PENTAS.TV - Perkembangan kurs rupiah selama beberapa waktu terakhir, memang tidak menggembirakan.
Buktinya, posisi rupiah sempat berada pada titik terendah, yakni melampaui level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Namun, berkat penerapan sejumlah strategi, kini, posisi rupiah sedikit lebih baik. Posisinya lebih rendah daripada Rp18.000 per dolar AS.
Agar posisinya semakin kuat dan stabil, hari ini, berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Bank Indonesia (BI) menetapkan BI-7 Days Repo Rate atau suku bunga acuan alias BI-Rate, yang bertambah 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen.
Yang terjadi, justru sebuah anomali. setelah BI menetapkan suku bunga acuan terbaru, pada sesi penutupan perdagangan, 18 Juni 2026 petang, rupiah malah bergerak negatif.
Posisinya lebih lemah 32 poin atau 0,18 persen daripada sebelumnya, yakni menjadi Rp17.794 per dolar AS. Sehari sebelumnya, rupiah berada pada level Rp17.762 per dolar AS.
Kondisi yang sama juga terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI.
Hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs JISDOR BI, bergerak minus 73 poin, menjadi Rp17.826 per dolar AS. Sebelumnya, posisi rupiah kurs rupiah JISDOR BI yakni Rp17.753 per dolar AS. (win /*)
