PENTAS.TV - Banyak efek yang disebabkan terjadinya berbagai dinamika global, semisal masih berlangsungnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Satu bentuk dampaknya yakni pergerakan kurs mata uang dunia, termasuk rupiah.
Seperti apa kondisi terbaru rupiah?
Berbeda dengan saat pembukaan, pada penutupan transaksi antar-bank, 25 Juni 2016 petang, rupiah kembali bergairah.
Petang ini, posisi rupiah lebih baik 9 poin daripada saat pembukaan transaksi, yakni menjadi Rp17.943 per dolar Amerika Serikat (AS).
Tadi pagi, posisi rupiah lebih lemah. Yakni berada pada level Rp17.952 per dolar AS per dolar AS.
Pergerakan positif juga terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI).
Pada akhir perdagangan 25 Juni 2016, rupiah menempati level Rp17.942 per dolar AS. Posisi sebelumnya, yakni Rp17.955 per dolar AS.
Dalam keterangannya, analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, berpandangan, pergerakan positif rupiah pada petang ini sebagai efek merosotnya harga minyak dunia.
Saat ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terkontraksi cukup signifikan. Yakni, lebih rendah daripada 70 dolar AS per barel. (win/*)
