PENTAS.TV - Bagi korporasi public service, pelayanan sempurna, prima, dan optimal merupakan keniscayaan mutlak.
Itu pun berlaku bagi korporasi Badan Usaha Milik Negara BUMN sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Demi kesempurnaan pelayanan dan terciptanya keamanan, keselamatan, kelancaran, kenyamanan, kondusivitas, serta efisiensi dan efektivitas sistem transportasi, PT KAI (Persero) segera merealisasikan pengerjaan proyek The Green Line lintas Rangkasbitung-Tanahabang.
Kepada media, Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI (Persero), mengemukakan, The Green Line , yang terdiri atas tiga fase, masih dalam tahap finalisasi Detail Engineering Design (DED).
Fokus pembangunan fase pertama, ungkapnya, yaitu menambah gardu listrik. Ini berkaitan dengan aktivasi rangkaian KRL (Kereta Rel Listrik) 12 gerbong atau SF12.
"Targetnya (fase pertama) tuntas pada 2027," tandas Bobby Rasyidin.
Mantan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) ini meneruskan, fase kedua berupa upgrading atau penambahan kapasitas gardu. Tujuannya, kata dia, memangkas headway atau jarak antar-perjalanan KRL.
Fase ketiga, tambah dia, yaitu penyempurnaan dan pemerkuatan sistem persinyalan yang memungkinkan bertambahnya frekuensi jadwal perjalanan KRL lintas Rangkasbitung-Tanahabang
Agar seluruh perjalanan rute The Green Line semakin andal, Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya pun berencana menambah dan meregenerasi armada.
Pihaknya, cetus dia mencanangkan bahwa seluruh armada The Green Line menerapkan konfigurasi 12 gerbong pada seluruh rangkaian KRL.
Saat ini, tuturnya, pihaknya mengaktifkan 19 rangkaian KRL berkonfigurasi 12 gerbong. Jumlah itu belum termasuk kemunculan 9 rangkaian berkonfigurasi 12 gerbong produk PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero) pada akhir 2026.
Bobby Rasyidin menegaskan, pihaknya segera memodernisasi 86 rangkaian KRL 8-10 gerbong menjadi konfigurasi 12 gerbong.
Sebagai informasi, lintas Rangkasbitung-Tanahabang termasuk rute favorit masyarakat.
Selama sejak 2020, volume penumpang rute tersebut berjumlah 43,3 jra orang. Tiga tahun berikutnya, yakni 2025, bertambah 77,5 juta orang.
Sedangkan pada Januari-Maret 2026, volume penumpang lintas Rangkasbitung-Tanahabang berjumlah 20,2 juta orang penumpang. (*)
