PENTAS.TV - Sebagai negara agraris, pemerintah berhasrat besar untuk menciptakan swasembada pangan.
Agar tercapai, melalui aksi nyata seluruh komponen dan lembaga-lembaga dan institusi-institusinya, termasuk korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), pemerintah ingin membangun stabilitas dan ketahanan pangan nasional yang kokoh, baik harga maupun stok, khususnya komoditas beras.
Satu caranya, yakni mengagresifkan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani lokal.
Tahun ini, agar stok beras nasional atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap berlimpah sehingga mencukupi kebutuhan masyarakat, pemerintah mencanangkan target penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani lokal sebanyak 4 juta ton.
Seperti apa realisasi?
Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengklaim, hingga kini, volume penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras mencapai 3.611.035 ton.
Realisasi penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani lokal tersebut, jelasnya, mendekati 100 persen target penugasan pemerintah, yakni 91 persen.
Tentunya, lanjut dia, masifnya hasil penyerapan tersebut menambah ketersediaan CBP. Kini, volume CBP, kata dia, sekitar 5,4 juta ton.
Pihak ya optimistis bahwa berlimpahnya stok CBP bisa mengakomodir kebutuhan pangan masyarakat. "Selain itu, juga bisa mengendalikan harga beras pada level konsumen," tandas Ahmad Rizal Ramdhani.
Memang, lanjutnya, saat ini berlangsung musim kemarau. Walau demikian, tegas purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) tersebut, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus menggelar penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani lokal di seluruh wilayah.
Bicara soal pendistribusian, melansir laman resminya, hingga kini, posisi terakhir penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Pangan komoditas beras periode Februari-Maret 2026 sebanyak 662.887 ton.
Sedangkan realisasi penyaluran program Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), volumenya 600.992 ton. (*)
