PENTAS.TV - Sepertinya, jajaran korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sumringah.
Pasalnya, ada kabar baik bagi mereka, yakni berkenaan dengan kewajibannya tentang bunga pembiayaan perbankan Himpunan Bank Negara (Himbara).
Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengungkapkan, pihaknya bisa menghemat Rp1,07 triliun per tahun seiring dengan pemangkasan suku bunga perbankan Himbara menjadi 3 persen.
"Iya benar. Kami memperoleh keringanan perbankan Himbara soal suku bunga. Yakni, menjadi 3 persen. Sebelumnya, 7 persen," tandas Ahmad Rizal Ramdhani.
Dia mengatakan, komitmen pemangkasan beban suku bunga Himbara menjadi 3 persen tersebut berdampak sangat positif. Beban pembayaran suku bunga, lanjutnya, berkurang
Terpangkasnya risiko pembayaran suku bunga tersebut, sambung Ahmad Rizal Ramdhani, bisa lebih menopang jajarannya untuk mengakselerasi dan memperkuat ketahanan serta stabilitas pangan nasional demi terwujudnya swasembada.
Selain itu, sahut dia, berkat pengurangan suku bunga perbankan Himbara, yang terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (Persero), dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero), keuangan korporasi pelat merah yang dinakhodainya ini pun menjadi lebih sehat.
"Jadi, ruang fiskal lebih terbuka sehingga pelaksanaan berbagai penugasan pemerintah, seperti pengadaan dan pengelolaan CBP (Cadangan Beras Pemerintah), bisa lebih sempurna dan optimal," tutur Ahmad Rizal Ramdhani.
Pemangkasan suku bunga perbankan Himbara ini juga, tambahnya, menjadi kado tambahan pemerintah.
Pasalnya, beberapa waktu silam, pemerintah menyetujui skema pembagian margin bagi Perum Bulog menjadi 7 persen.
"Jadi, adanya dua hal positif itu, hingga akhir 2026, estimasi kami, neraca keuangan berpotensi bergerak positif, yakni pada posisi Rp1,14 triliun," tutup purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini. (*)
