PENTAS.TV - Tidak selamanya, para pemain profesional tampil apik dan gemilang. Sebaliknya, tidak jarang, di antara para pemain profesional pun tampil memble.
Seperti yang terjadi pada eks punggawa peraih 20 gelar The English Premier League (EPL), Liverpool, Raheem Sterling.
Ketika berseragam The Reds, winger yang kini berusia 31 tahun itu tampil gemilang. Tidak heran, klub tajir melintir Inggris, Manchester City, merekrutnya.
Bersama The Sky Blues Team, performa Raheem Sterling tetap ciamik. Petualangannya berlanjut bersama peraih dua trofi The Union of European Football Association (UEFA) Champions League, Chelsea.
Setelah masa baktinya kepada The London' Blues berakhir, pada Februari 2026, sang pemain mendarat di Belanda. Klub top Eredivisie, Feyenoord, menjadi pelabuhan dia.
Sayangnya, terjadi anomali. Penampilan Raheem Sterling bersama De Trots van Zuid justru bapuk dan tidak sesuai ekspektasi.
Raheem Sterling sulit beradaptasi dengan gaya permainan dan atmosfir Eredivisie. Tentu saja, hal itu sangat mengecewakan para petinggi De club van het volk.
Perlahan tapi pasti, sang juru taktik De Stadionclub, yang juga mantan striker tajam Manchester United serta Arsenal, Robin Van Persie, kerap menempatkannya pada bench pemain cadangan.
Selama mengenakan Jersey De club aan de Maas, Raheem Sterling hanya berlaga selama 349 menit.
Artinya, jika tampil full 90 menit pada setiap laga, Raheem Sterling hanya beraksi dalam empat pertandingan.
Situasi tersebut menjadi dasar manajemen Feyenoord untuk bersikap. Konon, klub elit Negeri Kincir Angin itu tidak berencana memperbarui kontraknya.
Sangat mungkin, Raheem Sterling segera meninggalkan Phillips Stadion pada bursa transfer musim panas ini. (win /*)
