LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET - IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Wihaji Turun Langsung ke Bandung Barat, 1.500 Kader TPK Diminta Perkuat Pendampingan

📖 2 menit baca✍ Singgih Jatmiko🕒 Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 13.16
Wihaji Turun Langsung ke Bandung Barat, 1.500 Kader TPK Diminta Perkuat Pendampingan

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji saat menyapa sekitar 1.500 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di SPN Cisarua, Bandung Barat, Rabu (30/9/2026).

PENTAS.TV – BANDUNG BARAT – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, memperkuat komitmen pendampingan keluarga sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat.

Komitmen tersebut disampaikan Wihaji saat menyapa sekitar 1.500 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua, Bandung Barat, Rabu (30/9/2026).

Isu stunting menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut. Kenaikan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat pada 2024 menjadi perhatian sekaligus alasan pentingnya penguatan pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

Di hadapan para kader, Wihaji mengingatkan bahwa pendampingan keluarga dilakukan dalam seluruh siklus kehidupan. Pendampingan tersebut mencakup calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta, balita, remaja hingga lanjut usia.

Menurut Wihaji, pola pendampingan tersebut sejalan dengan transformasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam membangun keluarga melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Namun, tugas TPK di lapangan kini juga bertambah. Para kader turut memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya penyaluran MBG untuk sasaran spesifik 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD.

"Saat ini tugas TPK di lapangan ditambah, untuk menyukseskan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk menyalurkan MBG pada sasaran spesifik 3B: Bumil, Busui dan Balita nonpaud," ungkap Wihaji.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan di wilayahnya, terutama berkaitan dengan persoalan stunting.

Dalam sambutannya, Jeje menekankan tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan pendampingan keluarga.

Pertama, seluruh pekerjaan harus dilakukan berdasarkan data. Kedua, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di berbagai tingkatan perlu diperkuat. Ketiga, para pelaksana di lapangan harus hadir secara langsung untuk mendengarkan dan mengetahui persoalan hingga tingkat paling kecil, yaitu keluarga.

"Jika seluruh proses pendampingannya sudah benar, maka kelak kerja TPK akan berdampak," harap Jeje.

Pertemuan kader yang berlangsung di SPN Cisarua tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam menangani persoalan stunting di Kabupaten Bandung Barat.

Di akhir pertemuan, Wihaji menyampaikan optimisme bahwa persoalan stunting dapat terus ditangani melalui pendampingan keluarga yang dilakukan secara konsisten.

Antusiasme para kader untuk tetap menjalankan tugas pendampingan di lapangan dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat upaya penurunan angka stunting ke depan.(GIH/*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.