PENTAS.TV - Persib Bandung belum apa-apa sudah dihadapkan pada duel yang berpotensi panas. PSM Makassar datang ke GBLA dengan satu misi: menghentikan pesta sang juara bertahan sejak peluit pertama.
Namun, Juku Eja punya satu masalah besar, yakni Persib sedang sulit ditaklukkan. Rekor pertemuan, performa terbaru, hingga lima duel terakhir sama-sama membuat Maung Bandung berada di posisi lebih menguntungkan.
Laga Persib vs PSM pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027 akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9) pukul 19.00 WIB.
Bagi Persib, ini kesempatan membuka musim dengan kemenangan. Bagi PSM, ini adalah pertaruhan untuk mematahkan kutukan tiga tahun tanpa kemenangan atas Maung Bandung.
Dan jika melihat angka-angkanya, PSM punya pekerjaan berat. Dari 21 pertemuan kedua tim di berbagai ajang, Persib menang 10 kali, PSM tujuh kali, sedangkan empat laga lainnya berakhir imbang.
Lebih mengkhawatirkan bagi PSM, Persib selalu menang dalam dua pertemuan musim 2025/2026.
Kemenangan terakhir Juku Eja atas Maung Bandung juga sudah sangat lama. PSM terakhir kali menaklukkan Persib pada 22 Juli 2023.
Statistik Makin Membuat PSM Tertekan
Tren lima pertandingan terakhir juga lebih berpihak kepada Persib. Maung Bandung mencatat empat kemenangan dan satu kekalahan, dengan torehan 10 gol dan hanya empat kali kebobolan.
PSM justru datang dengan rapor berbanding terbalik. Juku Eja hanya meraih satu kemenangan dan menelan empat kekalahan. Produktivitasnya pun mengkhawatirkan: hanya tiga gol, sementara gawang mereka sudah kemasukan 10 gol.
Lima Duel Terakhir: Persib Dominan
. PSM 1-2 Persib — 17 Mei 2026
. Persib 1-0 PSM — 27 Desember 2025
. Persib 1-0 PSM — 1 Februari 2025
. PSM 0-0 Persib — 11 September 2024
. Persib 2-0 PSM — 19 Juli 2024
Persib tak terkalahkan dalam lima duel terakhir, dengan empat kemenangan.
Prediksi pun mengarah kepada Maung Bandung. Tetapi sepak bola tidak pernah mengenal kemenangan sebelum pertandingan dimulai.
Mampukah PSM memutus dominasi Persib di GBLA, atau justru Juku Eja menjadi korban pertama sang juara bertahan.***
