PENTAS.TV – Persib Bandung akhirnya kembali ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, ada peringatan keras bagi Bobotoh yang ingin menyaksikan langsung bentrokan melawan PSM Makassar.
Laga perdana Super League 2026/2027 itu digelar Minggu (6/9/2026) pukul 19.00 WIB. Persib membutuhkan dukungan penuh dari tribun, tetapi Bobotoh tanpa tiket dilarang keras masuk ke area stadion.
Aturannya tegas no ticket, no game.
Bobotoh yang tidak memiliki tiket diminta tidak memaksakan diri datang dan mencoba menerobos masuk. Dukungan tetap bisa diberikan melalui nonton bareng (nobar) berlisensi atau dari rumah.
Persib juga mengingatkan Bobotoh agar tidak membeli tiket melalui pihak ketiga. Tiket pertandingan kandang hanya dijual melalui PERSIB Apps. Klub tidak bertanggung jawab terhadap transaksi tiket di luar jalur resmi.
Tiket Hangus Jika Langgar Aturan
Bobotoh yang sudah mengantongi e-ticket pun tidak boleh lengah. E-ticket wajib ditukarkan dengan gelang penanda di lokasi yang telah ditentukan. Gelang tersebut harus langsung dipakai di pergelangan tangan kiri.
Salah prosedur atau melanggar ketentuan bisa membuat tiket dinyatakan hangus.
Penonton juga wajib menjalani pemeriksaan sebelum memasuki stadion serta mengenali gerbang masuk-keluar, jalur evakuasi dan enam titik kumpul yang tersedia di GBLA.
Flare, Sajam hingga Laser Dilarang
Persib juga memasang daftar panjang larangan. Bobotoh dilarang membawa atau menyalakan flare, suar, cerawat, bom asap, bahan peledak, senjata tajam, minuman keras, dan narkoba.
Pelemparan benda ke lapangan juga dilarang. Begitu pula masuk ke lapangan, duduk atau berdiri di jalur evakuasi tribun, serta membawa bendera atau spanduk bernada provokatif, SARA, politik maupun keagamaan.
Laser yang diarahkan kepada pemain dan perangkat pertandingan juga haram digunakan. Bukan hanya itu. Pelecehan seksual, penganiayaan, tindakan tidak terpuji, nyanyian rasis, hingga yel-yel yang menyerang tim, pemain lawan atau perangkat pertandingan juga masuk daftar pelanggaran.
Persib ingin duel kontra PSM berlangsung panas di lapangan, bukan ricuh di tribun.
Karena itu, Bobotoh diminta mematuhi seluruh aturan. Dukungan tetap harus membara, tetapi keamanan dan ketertiban tidak boleh dikorbankan.***
