PENTAS.TV - Demi kinerja yang tetap apik dan solid, banyak strategi yang diterapkan setiap korporasi. Satu di antaranya, yakni menggelontorkan dana Capital Expanditure (Capex) alias belanja modal.
Sama halnya dengan korporasi swasta multi-sektor terakbar di tanah air, PT Astra International Tbk Group.
Dalam Public Expose Live 2026,, Rudy Chen, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Group mengemukakan, hingga Juni 2026, pihaknya menggelontorkan dana Capex bernilai masif, yakni Rp 16,9 triliun.
Mayoritas pemanfaatannya, ungkap dia, yakni Rp11,7 triliun, yakni mengakuisisi PT Arafura Surya Alam, sebuah korporasi pertambangan emas.
Proses akuisisinya, kata dia, melalui anak usahanya berkode emiten UNTR, yaitu PT United Tractors Tbk
"Sisanya, yakni bernilai Rp5,2 triliun, pemanfaatannya untuk membeli peralatan berat sebagai daya dukung performa sektor pertambangan," tandas Rudy Chen.
Dia membeberkan, pada Tahun Buku 2026, PT Astra International Tbk Group menganggarkan dana Capex yang sangat masif. Nominalnya, sebutnya, yakni Rp36 triliun.
Sebagian besar pemanfaatannya, sahut dia, yakni memperkuat lini bisnis sektor pertambangan dan alat berat.
Untuk tahun buku 2026, Astra mengalokasikan anggaran capex sekitar Rp36 triliun. Mayoritas anggaran tersebut dialokasikan untuk bisnis alat berat dan kontraktor pertambangan.
Sisanya, sambung dia, pada lini-lini bisnis strategis, bergantung pada perkembangan situasi dan kondisi," cetus Rudy Chen.(*)
