PENTAS.TV - Sudah semestinya, korporasi-korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senantiasa membukukan performa dan kinerja apik serta solid.
Hal itu dibuktikan oleh perbankan BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero).
Dalam Pemaparan Kinerja per 30 Juni 2026, kepada media, Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT BTN Tbk (Persero). mengklaim bahwa pada semester I 2026, pihaknya membukukan kinerja apik serta solid.
"Ada beberapa indikator yang menunjukkan soliditas kinerja kami," tandas Nixon LP Napitupulu.
Di antaranya, tutur dia, laba bersih. Pada akhir Juni 2026, ujarnya, secara konsolidasi, pihaknya membukukan laba bersih yang lebih masif 40,8 persen daripada periode sama tahun lalu.
Posisinya, sebut dia, yakni bernilai Rp2,40 triliun. Posisi laba bersih konsolidasi semester pertama 2025, lanjutnya, yaitu Rp1,70 triliun.
Perolehan laba bersih terkonsolidasi tersebut, ujarnya, ditopang oleh positifnya pergerakan penyaluran kredit atau pembiayaan.
"Secara tahunan, nilai penyaluran kredit bertambah 11,2 persen. Nominalnya Rp418,11 triliun," sambung Nixon LP Napitupulu.
Penyaluran kredit terkonsolidasi tersebut, jelas dia, meliputi pembiayaan sektor perumahan bernominal Rp332,88 triliun, bertambah 4,8 persen secara tahunan.
Lalu, sahutnya, pembiayaan sektor non-perumahan, yang angkanya Rp85,22 triliun, lebih masih 46,1 persen daripada semester awal tahun lalu.
Penyaluran Kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias subsidi tetap merupakan trigger utama.
Nominal penyalurannya pada semester pertama 2026, ucap dia, yaitu Rp196,96 triliun, bergeliat 8,1 persen secara tahunan.
Penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP), yang rilis akhir Oktober 2025,, pun , tambahnya, menunjukkan pergerakan positif . Nominalnya, kata dia, Rp4,1 triliun.
Moncernya penyaluran kredit pada enam bulan pertama 2026 tersebut, klaim Nixon LP Napitupulu, diimbangi oleh perkembangan positif rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
"Rasio NPL pada akhir Juni 2026 yakni 2,99 persen, lebih baik daripada periode sama 2025, yakni 3,3 persen," klaim Nixon LP Napitupulu.
Selain penyaluran kredit dan perolehan laba bernilai mewah, Nixon LP Napitupulu menyatakan, kepercayaan publik pun semakin nyata.
Satu acuannya, tukasnya, yakni bertambahnya nilai pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada Juni 2026, total pengelolaan DPK terkonsolidasi yakni Rp433,00 triliun, atau bertambah 6,6 persen secara tahunan.
Yang tidak kalah menariknya, kekayaan PT BTN Tbk (Persero) semakin berlimpah. Dasarnya, pada semester I 2026, secara konsolidasi, korporasi pelat merah ini punya aset bernilai total Rp545,16 triliun, lebih banyak 12,4 persen daripada semester perdana 2025.(*)
